Hiburan

Kisah Mistis Mengerikan... Pengalaman Penyanyi Mega Fortuna

Editor : Damar Pamungkas |Jumat , 04 Mei 2018 - 15:04:26 WIB | Dibaca : 829 Kali |

Penyanyi dangdut Mega Fortuna

@IRNews | Banjarmasin - Cerita mistis, biasa di masyarakat kita. Tapi, kisah mistis yang dialami penyanyi dangdut Mega Fortuna ini luar biasa. Dia dan teman-temannya menyanyi di depan ribuan hantu.

Mega mengisahkan, inilah pengalaman naik panggung yang tak bisa dia lupakan. Kejadiannya 2013 di sebuah desa terpencil di kawasan Muara Teweh, Kalimantan Tengah.

Saat itu, melalui seorang temannya, manajer Mega menerima tawaran naik panggung di sana. Mega diminta tampil dengan beberapa penyanyi pendamping.

"Penyanyi pendampingnya Laila, Citra, Helda Risma dan Ratna di salah satu desa terpencil di sana," kisah Mega.

"Kami sendiri tidak tahu nama desanya tapi sangat terpencil, bahkan untuk menuju kesana kami dijemput menggunakan kapal klotok," katanya.

Di desa yang sangat jauh dari keramaian itu, kedatangan mereka disambut kepala desa. Mereka tiba sore hari, ditempatkan di kantor balai desa. Persiapan, malamnya tampil ke panggung.

Dalam proses persiapan naik panggung, awalnya tidak ada sesuatu yang ganjil. Namun malamnya, ketika mereka hendak tampil, sejumlah keganjilan pun datang.

"Biasakan, kita kalau menyanyi ada lampu sorot. Nah lampu ini jika disorot di ke atas. Penontonnya sangat rame sekali. Tapi pas tersorot ke bawah tepatnya ke penontonnya sangat sepi," kata Mega.

Ketika lampu sorot diarahkan ke penonton, memang kelihatan banyak penonton. Tapi, mereka langsung tenang, tidak joget, sepi.... 

Tapi, ketika lampu sorot di arahkan ke atas panggung, sorakan-sorakan penonton ramai sekali. Penonton pun berjoget. Kelihatan samar-samar.

Para penyanyi, duduk di bengku khusus di belakang panggung. Mereka duduk saling berseberangan (bangku berhadapan, disekat meja). 

Nah Mega melihat aneh ke tempat duduk rekannya. Tiba-tiba ada perempuan yang bukan temannya duduk di situ. Artinya, perempuan itu bukan penyanyi.

"Pokoknya dia bukan rombongan kami. Dia sepeti menunggu giliran menyanyi juga. Tapi, saya tidak curiga, sebab bisa saja dia orang setempat," ceritanya.

Kemudian Mega naik penggung. Dia menyanyi. Usai menyanyi, dia kembali ke bangku ruang tunggu, ternyata perempuan asing yang dilihatnya tadi sudah tidak ada.

"Setelah teman saya tampil, dia saya tanya: Apakah dia melihat perempuan yang duduk di sampingnya, tadi?" tutur Mega.

Ternyata teman Mega tidak tahu apa-apa. "Kata dia, sejak semula kursi itu kosong," ujar Mega. "Saya mulai merinding."

Kejanggalan lain Mega mendengar suara ribut-ribut di belakang panggung seperti orang berkelahi. Posisi antara Mega dengan belakang panggung terhalangi dinding bambu. Mega tidak bisa melihat, apakah benar ada perkelahian. Tapi, suaranya sangat gaduh.

Namun penonton seperti tidak mendengar kegaduhan. Hingga selesai acara, penonton tidak merasa terganggu dengan keributan itu. Padahal, jelas-jelas terdengar perkelahian di belakang pangggung.

"Saya penasaran. Besok paginya saya datangi ke belakang panggung," kisah Mega.

Ternyata luar biasa. Mega melihat darah berceceran di tanah di belakang panggung. "Banyak darah berceceran. Saya ngeri sekali," ucap Mega.

Saat pertunjukan hampir selesai, di panggung Mega dan kawan kawan dipanggil Kepala Desa. Di situlah kepalad desa menyerahkan uang dalam amplop sebagai imbalan honor menyanyi.

"Kita buka saat itu juga. Alhamdulillah dapat Rp 500 ribu per orang," kata Mega.

Nah... ketika pulang mau sampai ke Banjarmasin menggunakan perahu kelotok, ada salah satu teman membuka amplop lagi. 

Ternyata dia kaget isinya berubah jadi daun.

"Dia panik dan menyuruh kami membuka juga. Ternyata sama isinya daun semua. Kami pun pulang dengan tanpa membawa uang sepeser pun," kata dia.

Tapi yang membuat mereka merinding adalah kejadian demi kejadian itu. Mega yakin saat manggung dia dan teman temannya menghibur mahluk halus di desa mahluk halus juga. (*)



BERITA LAINNYA :