Politik & Keamanan

PSI Kritik Gatot Nurmantyo soal Politik dalam Masjid

Editor : Damar Pamungkas |Senin , 07 Mei 2018 - 15:47:42 WIB | Dibaca : 835 Kali |

Gatot Nurmantyo dan Raja Juli Antoni.

@IRNews | Jakarta - Politik dalam agama, terus diperdebatkan. Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni, mendebat pernyataan Gatot Nurmantyo tentang hal itu. Mereka berdebat lewat sosmed.

Diketahui, Gatot Nurmantyo mengaku sakit hati ketika dilarang membahas politik di masjid.

Melalui akun Twitter @Nurmantyo_Gatot yang diunggah pada Minggu (6/5/2018) dan Senin (7/5/2018), Gatot membahas mengenai hal itu.

Menurut Gatot Nurmantyo, semua ilmu ada di dalam Al-Quran, termasuk politik.

Ia pun mencontohkan ilmu tentang pemerintahan dan politik yang ada di salah satu surat Al-Quran.

Ia pun menanyakan bagaimana bisa politik di masjid dilarang jika demikian.

@Nurmantyo_Gatot: Terkait pertanyaan mahasiswa dan wartawan atas larangan bicara politik di mesjid saya menyampaikan bahwa semua ilmu ada dalam Al Quran, termasuk ilmu tentang pemerintahan dan politik ada di surat An Naml.

Kalau bicara politik di mesjid dilarang, bagaimana ceritanya?

Gatot kemudian menyebutkan jika dirinya sebagai seorang muslim meniru ibadah rasul, termasuk dalam berbicara politik.

@Nurmantyo_Gatot: Seorang muslim itu, melakukan ibadah meniru Rasulnya, Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Rasul itu berbicara tentang pemerintahan, atau tentang politik di Raudhah, di Masjid Nabawi. Kok di sini itu dilarang, itu gmana?

Gatot Nurmantyo mengatakan jika yang seharusnya dilarang di masjid bukanlah bicara politik, melainkan bicara adu domba taua hal yang tidak benar.

@Nurmantyo_Gatot: Harusnya yang dilarang itu bukan berbicara mengenai politik. Tetapi berbicara tentang mengadu domba, berbicara mengenai mengajak yang tidak benar.

Ia menambahkan jika politik itu tujuannya mulia, hanya sering disalahartikan saja.

Bahkan ia menyakini, larangan bicara politik di masjid hanya sebuah isu belaka, bukan hal yang terjadi sebenarnya.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni, buka suara terkait pernyataan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Itu tampak dari postingan akun Twitter @AntoniRaja yang diunggah pada Minggu (6/5/2018).

Raja Juli menyebut, masjid merupakan tempat yang suci. Boleh saja bicara politik kebangsaan yang membangun bangsa kita. Bukan untuk kepentingan politik yang kotor.

@AntoniRaja: Masjid adalah tempat suci, boleh bicara politik kebangsaan, tp tdk soal kepentingan politik sempit yg kotor.

Antoni Didukung Tsamara

Pernyataan tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Ketua DPP PKS Tsamara Amany sebelumnya.

@TsmaraDKI: Kalau bicara soal politik kebangsaan & etika pemerintahan, tentu nggak apa Jenderal.

Tapi kalau bicara politik praktis apalagi sampai menjelek-jelekkan demi kepentingan politik pribadi, nggak pantas dong.

Setelah itu, Tsamara menambahkan jika bicara politik kebangsaan yang membahas cara memerangi korupsi itu pantas dibicarakan di masjid.

"Bicara politik praktis juga nggak pas. Kalau bicara soal politik kebangsaan misal ttg memerangi korupsi ya nggak apa-apa. Bagus," imbuh Tsamara. (*)



BERITA LAINNYA :