Nasional

Jokowi Dikagetkan Laporan Para Sopir Truk, Seperti Ini...

Editor : Damar Pamungkas |Selasa , 08 Mei 2018 - 16:55:13 WIB | Dibaca : 1535 Kali |

Presiden Jokowi menerima kedatangan para sopir truk di Istana Merdeka, Selasa (8/5/2018). Foto: Biro Pers

@IRNews | Jakarta - Presiden Jokowi dikagetkan keluhan sopir truk. Keluhan mereka, Pungli di jalanan ternyata tambah banyak. Dilakukan preman, polisi dan petugas Dishub. Dan, Jokowi kaget.

Momen itu terjadi saat Jokowi bersilaturahmi, menerima kedatangan para sopir truk di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Awalnya Jokowi bertanya: "Jalan kita masih banyak pungli enggak sih?" tanya Jokowi kepada puluhan sopir truk dari berbagai daerah yang hadir. 

Mereka pun langsung kompak menjawab bahwa pungli masih banyak terjadi. "Masih," jawab para sopir truk serempak.

Jokowi kaget mendapat jawaban itu. Ia sempat terdiam. Merenung sejenak. Terus, menanyakan lagi kepada para sopir di hadapannya. Tapi, dengan suara tenang dan datar:

"Oh Masih? Masih banyak atau tambah banyak?"

"Tambah banyak," jawab sopir truk kompak.

Para sopir pun kemudian satu per satu menyampaikan keluhannya.

Menurut mereka, pungli di jalanan paling banyak dilakukan oleh preman.

Pungli ini terjadi di lintas Sumatera mulai dari Aceh hingga Lampung. Ada juga yang mengeluhkan pungli oleh preman di Samarinda-Balikpapan.

Bahkan, pungli oleh preman ini juga terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti di Marunda dan Cakung-Cilincing.

"Kita lewat warung wajib bayar. Kalau gak bayar, kaca pecah. Kalau enggak, golok sampai di leher. Kalau tidak, ban kita disobek. Itu siang bolong," kata salah satu sopir yang mengeluhkan pungli di lintas Sumatera.

Selain oleh preman, ada juga yang mengeluhkan pungli oleh aparat polisi hingga petugas Dinas Perhubungan. Biasanya, pungli ini terjadi karena muatan truk yang berlebih.

"Pak polisi biasanya baik-baik. Kalau Pak polisi mintanya kecil. Kalau Dishub dengan ancaman, kalau tidak bayar nanti mobil ditahan, dikandangi," kata dia.

"Kita enggak tau batas bawah dan batas atas gimana, biar kita enggak overload, biar enggak diminta sama Dishub," tambahnya.

Jokowi berjanji akan langsung menindaklanjuti keluhan para sopir truk itu.

Kepala Negara memerintahkan Wakapolri Komjen pol Syafruddin dan Menteri Perhubungan Budi Karya yang hadir dalam pertemuan itu untuk segera bertindak.

Ia juga mengaku kaget dengan banyaknya pungli ini.

Sebab, selama ini tidak ada laporan serupa yang masuk kepadanya dari pejabat terkait.

"Saya kan dengarnya sedikit, ternyata setelah bertanya kepada para pengemudi, para sopir ternyata sangat banyaknya, kaget dong, masa enggak boleh kaget saya," kata dia kepada wartawan usai pertemuan. (*)



BERITA LAINNYA :