Hukum & Kriminal

Rusuh di Rutan Mako Brimob

Beginilah Kondisi Polisi yang Jadi Korban di Mako Brimob

Editor : Damar Pamungkas |Rabu , 09 Mei 2018 - 23:38:38 WIB | Dibaca : 8380 Kali |

Salah satu korban kerusuhan di Mako Brimob Depok sedang dirawat dokter. Foto: Ist

@IRNews | Depok - Kerusuhan di Mako Brimob Depok sungguh brutal. Lima polisi tewas, dan seorang teroris tewas. Menyimak penjelasan visum dokter, korban dari pihak polisi benar-benar parah.

Kasi Identifikasi, Kompol Mumuh Saepuloh memaparkan bagaimana kondisi jasad korban yang tewas dalam kerusuhan tersebut. 

Hal itu berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh Tim Gabungan dari Inafis Bareskrim Polri dan Inafis Polda Metro Jaya.

“Kami telah melaksanakan giat pengambilan sidik jari dan pengambilan foto korban kasus Kerusuhan Napi Teroris di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, dari enam jenazah korban,” ujar Mumuh saat dikonfirmasi, Rabu (9/5/2018).

Dari Korban bernama Briptu Fandi Setio Nugroho (29), terdapat luka tusukan di leher yang tembus dari leher belakang sampai tenggorokan, ada pula luka lecet pada alis kiri, serta luka terbuka pada pipi kanan.

Kemudian pada jenazah Bripda Syukron Fadhli (40), terpadat luka tembak pada kepala bagian kiri atas kuping yang tembus ke bagian kepala sebelah kanan, serta luka lecet pada paha kanan.

Lalu pada jenazah Bripda Wahyu Catur Pamungkas (23), terdapat luka gorok pada keher kanan sampai pipi kanan bawah, kemudian luka padad dagu kanan, dan luka tembak pada dahi sebelah kiri.

Pada jenazah Ipda Yudi Rospuji Siswanto (40), terdapat luka tusuk pada kaki kanan, luka sobek di lutut belakang, luka sayat pada kaki kiri, luka sobek pada punggung telapak kaki, luka robek pada jempol kaki kiri robek, luka robek di pelipis kanan, luka bacok di mata kanan kiri, luka bacok di leher, luka tusuk di dada kiri, luka bacok di tangan kanan, luka bacok di siku kanan, serta tangan kanan atas.

Sementara itu, pada jenazah Bripka Denny Setiadi (32), terdapat luka bacok di pipi kiri, luka bacok pada leher belakang korban, luka tembak pada dada bagian kanan, bengkak pada bibir, bahkan gigi atas korban diketahui telah lepas.

Mumuh mengungkapkan, identifikasi itu dilakukan dengan menggunakan alat berupa Kamera, Handycam, Mambis, dan kartu AK 23. (*)



BERITA LAINNYA :