Hukum & Kriminal

Bom di Surabaya

Terduga Teroris Melawan Polisi, Langsung Ditembak Mati

Editor : Damar Pamungkas |Senin , 14 Mei 2018 - 16:06:39 WIB | Dibaca : 1026 Kali |

Tim khusus penjinak bom (Jibom) sedang siaga di lokasi penggerebekan terduga teroris. Foto: JPNN

@IRNews | Surabaya - Terduga teroris Budi Satrio (49) dibekuk di rumahnya. Saat dibekuk tim Densus 88 di rumahnya, Sidoarjo, Senin (14/5/2018) pagi, dia melawan. Langsung didor, dia tewas seketika.

Ketua RT 13/RW 5 Masangan, Sukodono, Sidoarjo, Jatim, Supardi menjelaskan, sebelum ditembak, Budi sempat mengantarkan istrinya ke terminal, Senin (14/5/2018) sekira jam 06.00.

Setelah mengantarkan istrinya, Budi kemudian kembali ke rumah dengan sepeda motor. "Dia lalu masuk ke rumah," ujarnya.

Kemudian, tak lama (sekitar pukul 07.30) sepasukan Densus 88 langsung menggerebek rumah Budi. Petugas langsung masuk ke rumah.

Supardi mendengar suara keributan di dalam rumah. Seperti suara orang sedang berkelahi. Diduga, saat itulah Budi melakukan perlawanan terhadap petugas Densus 88.

Terdengar suara tembakan dua kali, Budi lalu tergeletak di dalam rumah bersimbah darah.

Sebelumnya, Densus 88 membekuk seorang terduga teroris di kawasan perumahan Puri Maharani blok A4/11 Masangan Wetan, Sukodono-Sidoarjo, Senin (14/5/2018).

Ketua RT 018 RW 05 Puri Maharani, Supardi menyampaikan, sekitar pukul 07.30 dia mendengar suara tembakan dua kali di rumah Budi Satrio (49), terduga teroris itu.

"Ketika saya di luar rumah, ternyata petugas berseragam anti teror sudah mengepung rumah Budi dan kemudian mensterilkan rumahnya," katanya.

Dia menjelaskan, dia tak menyangka jika Budi terlibat terorisme. Karena, dulu Budi guru.

"Orangnya baik-baik saja, dan saya juga nggak tahu tiba-tiba Pak Budi tertembak aparat keamanan karena jadi tersangka teroris," ujarnya.

Dalam kesehariannya, Budi diketahui membikin home industri sabun di rumahnya sendiri.

"Setahu saya bikin home industri sabun di rumahnya. Ini malah tiba-tiba tertangkap sebagai teroris gara-gara ditemukan barang bukti berupa bahan-bahan kimia yang diduga sebagai elemen bahan peledak," tutur Supardi.

Dari penjelasannya, Budi Satrio adalah penghuni lama Puri Maharani mulai tahun 2006. Dia punya istri bernama Wiqoya (48) asal Lamongan. (*)



BERITA LAINNYA :