Hukum & Kriminal

Bom di Surabaya

Ahmad Dhani: "Pelaku Bom Bukan teroris, Tapi...

Editor : Damar Pamungkas |Selasa , 15 Mei 2018 - 09:11:20 WIB | Dibaca : 7249 Kali |

Ahmad Dhani, usai menjalani sidang sebagai terdakwa ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, senin (14/5/2018).

@IRNews | Jakarta - Apa kata Ahmad Dhani soal bom Surabaya? "Pelakunya bukan teroris, tapi konspirasi kuasa gelap," katanya kepada wartawan di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018). Kok bisa?

"Jadi, pelaku terornya sebenarnya bukan pelaku teror. Karena mereka mati, kemudian ada yang menyutradarai," ujarnya. Paham nggak?

Maksud Dhani, itu ada yang menyutradari sebagaimana film atau pertunjukan drama. Bisa ditafsirkan, bahwa Dhani menyatakan, itu suatu konspirasi. Meskipun dia tidak mengatakan begitu.

Dhani mengatakan itu kepada wartawan, setelah dia menjalani sidang sebagai terdakwa ujaran kebencian di Pengadilan Jakarta Selatan.

Menurutnya, istilah Islam radikal maupun Islam ekstrim tidak terdapat dalam kitab suci Al-Quran.

"(Islam) radikal dan ekstrim itu tidak ada di dalam wacana Islam, radikal islam teroris tidak ada kata-kata itu di dalam atau termasuk di dalam Al-Quran," ujarnya.

Menurutnya, dalam sejarah Islam, tidak dikenal adanya teror.

"Teror itu di jaman khalifah gak ada di jaman Muhamad gak ada dalam khalifah usmani gak ada, jaman salahuddin ga ada kata-kata teror ekstrimis radikal itu ada setelah adanya Bahasa Inggris saja," katanya.

Kemarin saat menjalani sidang terkait kasus ujaran kebencian, Dhani menunjukkan rasa belasungkawanya pada peristiwa berdarah ini.

Dalam sidang tersebut, ia terlihat menggunakan blangkon berwarna hitam, serta jas berwarna hitam.

"Iya, ini rasa bela sungkawa terhadap korban-korban sutradara bom (yang terjadi di Surabaya)," kata Dhani sebelum menghadapi sidang putusan sela, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Dhani menyebut, dirinya tak ingin menganggap kasus bom ini merupakan ulah dari kelompok Islam radikal. (*)



BERITA LAINNYA :