Hukum & Kriminal

Bom di Surabaya

Ya Allah... Akun Facebook Ini Anggap Bom Surabaya Rekayasa

Editor : Damar Pamungkas |Selasa , 15 Mei 2018 - 09:44:46 WIB | Dibaca : 813 Kali |

Ledakan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jl Arjuna, Surabaya, Minggu (13/5/2018). Foto: JPNN

@IRNews | Jakarta - Kekhawatiran, bom Surabaya dianggap rekayasa, terbukti. Mabes Polri kini mengusut penyebar hoax melalui Facebook, yang menuliskan bahwa bom di Surabaya rekayasa. Polisi sekarang tegas.

Adalah akun Facebook milik Fitri Septiani Alhinduan. Apakah ini akun dengan data pemilik asli, atau bodong (bohong-bohongan) kini sedang diusut polisi.

Aku tersebut sudah tidak dapat dibuka sejak Selasa (15/5/2018) pagi ini. Tapi, polisi sudah melakukan penyelidikan dan memegang data tersebut.

Di akun itu ditulis, menyiratkan bahwa lima tragedi bom di Surabaya dan Sidoarjo adalah rekayasa pemerintah. Tujuannya: Duit.

Pemilik akun Fitri Septiani Alhinduan (FSA). Dia menulis demikian:

"Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom: 1. Nama Islam dibuat tercoreng ; 2. Dana trilyunan anti teror cair; 3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam. Sadis lu bong... Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu..!!!"

Begitulah tulis FSA, sebagaimana dikutip dari akun Facebook Fitri Septiani Alhinduan, yang menjadi barang bukti polisi.

Menanggapi itu, Mabes Polri membantah adanya pengalihan isu di balik aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan tudingan itu merupakan hoax alias kabar bohong.

"Percayalah, nggak ada (rekayasa). Itu hoax," ujar Setyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Ia menyebut proses hukum nantinya akan membuktikan serangan teroris yang terjadi adalah murni kejahatan.

Jenderal bintang dua ini pun mengaku tahu bahwa ada pihak-pihak yang berpikir serangan teroris ini hanya rekayasa.

Namun ia dengan tegas membantah ini adalah upaya pengalihan isu.

"Nanti kita buktikan. Kalau ini pengalihan isu, masa korbannya banyak sekali? Banyak yang mengatakan begini, karena Polri minta anggaran," tandasnya.

Penyebar isu hoax melalui Facebook, Fitri Septiani Alhinduan, diketahui berprofesi sebagai Kepala SMPN 9 Kayong Utara, Kalimantan Barat. 

Entah dia khilaf atau sedang mabok, namun dia menulis status tragedi berdarah bom di Surabaya dan Sidoarjo sebuah drama yang dibuat polisi agar anggaran Densus 88 Antiteror ditambah.

Fitri Septiani Alhinduan juga menulis:

"Bukannya 'terorisnya' sudah dipindahin ke NK (Nusakambangan)? Wah ini pasti program mau minta tambahan dana anti teror lagi nih? Sialan banget sih sampai ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin drama kedua," tulis FSA juga. (*)



BERITA LAINNYA :