Hukum & Kriminal

Bom di Surabaya

Mau Tau Doktrin ke Bocah Pengebom Gereja? Ini Dia...

Editor : Damar Pamungkas |Selasa , 15 Mei 2018 - 11:33:41 WIB | Dibaca : 2916 Kali |

Sekeluarga pengebom tiga gereja di Surabaya. Dok Polri

@IRNews | Jakarta - Latar belakang pemikiran bomber Surabaya terungkap. Orang yang mengenali Famela Rizqita (9 tahun) pengebom GKI Jalan Diponegoro Surabaya, mengungkapnya via Instagram. Indoktrinasinya jahat.

Seperti diberitakan IRNews, pengebom tiga gereja di Surabaya adalah satu keluarga. Terdiri dari ayah, ibu dan empat anak mereka. 

Berangkat dari rumah di kawasan Rungkut, Minggu (13/5/2018) pagi, mereka berpencar ke tiga gereja. Masing-masing membawa bom. 

Rungkut adalah wilayah selatan Surabaya. Mereka bergerak dari rumah bersamaan menuju arah utara (pusat kota).

Si sulung Yusuf Fadhil (18) dan adiknya Firman Halim (16) naik motor berboncengan membawa bom menuju ke Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya.

Ayah-ibu (Dita Oeprianto dan Puji Kuswati) naik mobil bersama dua anak perempuan mereka, Fadhila Sari (12) dan si bungsu Famela Rizqita (9).

Ketika mobil tiba di jalan Diponegoro, Puji Kuswati dan dua anaknya Fadhila dan Famela turun. Mereka membawa bom. Mereka berjalan masuk ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan bom meledak di sana.

Terakhir, kepala keluarga membawa mobilnya menuju Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jl Arjuna, juga dengan bom. Juga, bom meledak di sana. Tiga ledakan masing-masing hanya beda sekitar lima menit.

Ternyata, di Instagram beredar informasi yang mengejutkan. Informasi medsos biasa yang kemudian ditanggapi oleh netizen. Di situlah terungkap rahasia.

Diawali unggahan Instastory Kunto Aji di Instagram @kuntoajiw, pada Minggu (13/5/2018).

Kunto Aji mengunggah Instastory berupa capture cuitan Twitter tentang kejadian bom di GKI Jalan Diponegoro.

Kemudian, seorang netizen membalas unggahan Kunto Aji tersebut. Netizen tersebut mengatakan, bahwa rumah pelaku dekat dengan rumah dia.

Bahkan, netizen tersebut mengaku, seorang kerabat netizen itu mengenal salah seorang pelaku.

Inilah percakapan Kunto Aji dengan netizen tersebut:

"Sekarang rumahnya udah ketemu dan deket rumahku, masih ada bom aktifnya", tulis netizen, penanggap cuitan Kunto Aji.

"Astaghfirullah. Itu tetangga? Orangnya gimana sih?", jawaban Kunto Aji dengan seruan bertanya.

Netizen penanggap menjelaskan, bahwa pelaku adalah teman SD dari saudaranya.

Netizen penanggap menulis: "Beda komplek sih... tapi kebetulan anaknya satu sd sama anak tanteku, kalo pelajaran agama sama pkn gamau ikut, kalo ditanya cita citanya mau mati sahid", jelas netizen.

Jadi, dia menjelaskan, bocah perempuan usia 9 tahun itu mengatakan, bercita-cita mati syahid. Bisa dianalisis, doktrin seperti apa yang sudah dia terima. 

Mengetahui hal ini Kunto Aji mengaku sedih.

"Gw sedih banget, karena gw ngebayangin si anak yang jadi korban doktrin bapak ibunya. Semoga diampuni dosamu ya nak," tulis Kunto Aji pada Instastory selanjutnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan pelaku pengeboman adalah satu keluarga.

Berikut data identitas pelaku bom bunuh diri di 3 gereja berbeda di Surabaya.

DO, lahir: sept 9, 1971 (Dita Oeprianto)

PK, lahir: June 16, 1975 (Puji Kuswati)

YF, lahir: Nov 25, 2000 (Yusuf Fadhil)

FH, lahir: Oct 13, 2002 (Firman Halim)

FS, lahir: Jan 4, 2006 (Fadhila Sari)

FR, lahir: Dec 9, 2009 (Famela Rizqita) 



BERITA LAINNYA :