Perempuan

Bom di Surabaya

Kasihan... Anak Bomber Polrestabes Surabaya Ini Masih Hidup

Editor : Damar Pamungkas |Selasa , 15 Mei 2018 - 16:51:50 WIB | Dibaca : 759 Kali |

Ais saat diselamatkan AKBP Roni Faisal Saiful Faton.

@IRNews | Surabaya - Ais (7 tahun) kini sebatang kara. Ayah, ibu, dua kakaknya tewas sebagai bomber bunuh diri di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi. Ketika bom meledak, dia terlempar tiga meter.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, kepada wartawan menjelaskan, pelaku pengebom Polrestabes Surabaya adalah satu keluarga.

Yakni: Ayah (Tri Murtiono-47 tahun), ibu (Tri Ernawati-43 tahun), dan tiga anak mereka: Muhammad Daffa Amin Murdana (18), Muhammad Dary Satria Murdana (14) dan Ais, nama lengkapnya Aisyah Azzahra Putri (7 tahun).

Mereka pada Senin (14/5/2018) pagi bersamaan naik dua motor menuju Polrestabes Surabaya. Mereka berhenti tepat di pos penjagaan halaman Polrestabes. Lantas bom meledak. 

Semua tewas, kecuali Ais yang terlempar ke atas setinggi sekitar tiga meter. Lalu dia terhempas lagi ke bumi, bagai dibanting.

Polisi menyebut ada campur tangan Tuhan atas selamatnya Ais.

"Ini mungkin rencana Tuhan. Seorang anak di tengah bom meledak diambil oleh AKBP Ronny (Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya). Dilarikan dari peristiwa bom itu untuk diselamatkan. Ini rencana Tuhan, dan kita berikan perawatan intensif," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Beberapa detik usai ledakan, dan Ais terlempar, rupanya Ais bisa bangkit. Ia berdiri. Berjalan dengan sempoyongan.

Dalam video tampak, semua orang di sekitarnya tercengang. Terdengar teriakan Allah hu akbar..... 

Kemudian seorang lelaki berlari mendekati bocah itu. Dengan sigap menggendongnya. Diketahui kemudian, dialah AKBP Roni Faisal Saiful Faton.

AKBP Roni Faisal Saiful Faton merupakan Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Saat itu, Roni mengaku melihat anak perempuan menangis dan menyangkut di motor bersama ibunya.

"Saya teriak, berdiri nak. Saya takut mobil yang terbakar meledak," jelas Roni. Memang, di dekat motor yang meledak, ada sebuah mobil warna hitam.

Begitu anak berdiri, kata Roni, dirinya kemudian berlari dan menyambar anak perempuan berumur 7 tahun itu.

"Saya langsung angkat anak itu," aku AKBP Roni. "Saya bopong, yang penting anak itu segera dibawa ke rumah sakit," lanjutnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut identitas anak kecil tersebut. Identitasnya terungkap dari tulisan di celana dalamnya. Tertulis: Ais. Yang kemudian diketahui nama lengkapnya Aisyah Azzahra Putri

Ais Dijemput Ibunya di Rumah Nenek

Sebelum aksi bom bunuh diri, ibu Ais, Tri Ernawati menyemputnya di rumah neneknya yang berada di Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kebetulan Ais memang sering tinggal di rumah neneknya. Ini dikatakan Ahmad, pihak keamanan RT di Krukah Selatan. Ahmad mengaku kenal dengan pelaku wanita yang kerap datang ke rumah ibunya di Ngagel Rejo.

"Yang perempuan kami kenal baik. Yang laki-laki hampir enggak pernah ketemu," kata Ahmad, Senin sore.

"Kaget. Orangnya baik yang perempuan. Yang laki baik juga tapi kurang gabung (dengan masyarakat)," tuturnya.

Kini Ais dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.

"Tadi saya sudah melihat instensif perawatannya, karena terus terang anak itu terlempar sekitar 3 meter ke atas kemudian jatuh lagi," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera.

Barung meminta agar semua pihak mendoakan AIS yang merupakan anak dari terduga pelaku teror satu keluarga yang tewas di Mapolrestabes Surabaya supaya segera kembali sehat. (*)



BERITA LAINNYA :