Nasional

Kopassus Akhirnya Bantu Polri Hajar Teroris

Editor : Damar Pamungkas |Rabu , 16 Mei 2018 - 19:26:05 WIB | Dibaca : 3203 Kali |

Kopassus di HUT TNI ke-72. Dok Irnews

@IRNews | Jakarta - Kopassus akhirnya membantu Polri hajar teroris. Kepala Staf Khusus Kepresidenan Moeldoko memastikan, Kopassus menangani terorisme di bawah kendali Panglima TNI.

"Kopassus ini berada langsung di bawah Panglima TNI," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, telah meminta bantuan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk ikut melakukan operasi bersama penangkapan teroris setelah terjadi tiga ledakan bom di Surabaya.

"Tadi pagi saya sudah telepon Panglima TNI Marsekal Hadi. Saya minta: Pak Kalau bisa kita bergabung. Saya akan kirim dari Kopassus. Terimakasih..." kata Tito Karnavian dalam acara Indonesia Lawyer Club di TV One, Selasa (15/5/2018) semalam.

Tito berharap, mudah-mudahan teman-teman dari Kopassus sudah bergabung karena akan ada beberapa penangkapan yang akan kita lakukan.

"Jangan sampai peristiwa seperti Surabaya, terjadi lagi. Kita akan tutup semua," tegas Kapolri.

Untuk diketahui, Minggu (13/5/2018) di Surabaya, Tito juga mengatakan, "Saya sudah minta bapak Panglima TNI, beliau kirimkan kekuatan untuk lakukan operasi bersama melakukan penangkan sel-sel JAD dan JAT yang diduga akan melakukan aksi," kata Tito.

Menurut Tito, penindakan terhadap terduga terorisme akan terus dilakukan.

"Saya perintahkan lanjut, ndak boleh berhenti. Kalau berhenti kita kasih nafas mereka dan mereka akan bergerak lagi," kata Tito.

Dia menambahkan, "Kita akan hantam terus, kita akan kejar terus. Di beberapa daerah lain juga sudah bergerak."

Jokowi Perintahkan TNI Bantu Polisi

Presiden Joko Widodo menginstruksikan TNI membantu Polri demi mengatasi aksi terorisme.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, berdasarkan perintah Presiden itu, Polri akan dibantu satuan TNI demi memberantas terorisme.

Menurut Moeldoko, Satuan TNI yang dikerahkan tergantung dari kebutuhan Polri.

Bisa nanti pengerahan Badan Intelijen Strategis untuk membantu intelijen dari kepolisian. Bahkan secara represif bisa menggunakan Satuan Gultor (Satuan 81) telah disiapkan," kata Moeldoko di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Moeldoko menerangkan, tidak akan terjadi tumpang tindih kewenangan antara Polri dan TNI.

Menurutnya, TNI tetap berada di belakang Polri untuk memperkuat penanganan terorisme.

"Justru yang tetap yang di depan adalah kepolisian, TNI memberi perkuatan. Dikolaborasikan dalam menangani sebuah persoalan yang sama. Intinya di situ," jelas Moeldoko.

Kopassus Sudah Bergerak

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sudah terlibat dalam sejumlah penangkapan terduga teroris setelah aksi serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo.

"Sudah koordinasi dengan Kopassus untuk masuk. Kemarin Kapolri sudah sampaikan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/5).

Setyo mengungkapkan, Kopassus sudah dilibatkan saat penangkapan terduga teroris di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Malang. Hal itu guna mempercepat penanganan kepada para terduga pelaku terorisme.

"Kopassus dari (penangkapan) di Sumut, Malang dan sebagainya. Penangkapan ini kita libatkan Kopassus," ucapnya. 

Lebih lanjut, Setyo mengungkapkan Kopassus juga akan turut membantu Polri dalam mengamankan sejumlah objek vital.

"Pasti itu, sudah protapnya begitu," pungkas Setyo.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap dua orang terduga teroris di Malang, Jawa Timur. Selain itu, Densus 88 juga menangkap dua terduga teroris di Medan, bernama Yusuf dan Syafrizal. Sedangkan, satu orang lainnya bernama Wahyu melarikan diri.

Keterlibatan TNI dalam penanganan terorisme bersama Polri sebenarnya sudah dibentuk melalui Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab). Koopssusgab sudah dibentuk sejak 2015 saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI. 

Koopssusgab ini melibatkan prajurit dari satuan khusus antiteror dari setiap satuan, yakni Sat 81 Kopassus TNI AD, Denjaka Marinir TNI AL, dan DenBravo Paskhas TNI AU. (*)



BERITA LAINNYA :