Hukum & Kriminal

Bom di Gereja

Sebelum Ngebom Gereja, Ada Rapat Unik di Rumah Dita

Editor : Damar Pamungkas |Sabtu , 19 Mei 2018 - 04:38:33 WIB | Dibaca : 2790 Kali |

Dita Oeprianto dan isterinya, Puji Kuswati. Foto: Dok Polri

@IRNews | Surabaya - Polri terus menyelidiki terkait bomber Surabaya. Terutama, keluarga Dita Oeprianto yang sekeluarga mengebom tiga gereja di Surabaya. Brikut ini fakta unik keluarga itu.

Masyarakat Indonesia, bahkan dunia, terheran dengan Dita yang mengorbankan diri bersama keluarganya dalam bom bunuh diri, meledakkan tiga gereja Surabaya.

Berbeda dengan umunya teroris, Dita dan keluarganya bergaul dengan tetangga. Juga, memilik rumah sendiri senilai sekitar Rp 1,5 miliar di  Perumahan Wisma Indah di Jalan Wonorejo Asri XI Blok K Nomor 22, Sidoarjo, Jatim.

Di balik penampilan wajar keluarga ini, terkuak fakta mengejutkan. 

Dilansir dari Mata Najwa, tetangga Dita, yakni pasangan suami-isteri Ani dan Yuki Gunawan mengungkapkan kejanggalan lain dari keluarga tersebut.

Mereka mengungkapkan bahwa, dulu ketika keluarga Dita masih hidup, ada banyak sepeda motor datang setiap sorenya.

Yuki saat itu mengira bahwa mereka yang berkumpul di rumah Dita itu adalah kolega atau karyawannya.

Namun sayang, mereka tak pernah melihat wajah orang yang datang berkunjung tersebut. Mereka semua mengenakan helm dan baru dilepas saat masuk ke rumah Dita.

"Pake helm. Lepasnya di dalam," ujar Yuki.

Yuki juga mengatakan bahwa mertua Dita sering datang menggunakan Alphard.

Tak hanya itu saja. Di rumah Dita, sering ada perkumpulan dan rapat yang dihadiri orang-orang dengan mobil mewah.

"Dulu pernah pas rapat di sini. Sekali rapat ada Alphard, Fortuner, Innova dan CRV," kata Ani.

Dalam seminggu, sering ada mobil-mobil tersebut datang untuk mengikuti rapat.

"Jadi seminggu itu sampai 2 atau 3 hari sekali, terus ada mobil-mobil ini terus," lanjutnya.

Setelah rapat tersebut, mobil-mobil mewah itu menghilang (tidak muncul lagi). Dan, sebagai gantinya muncul motor-motor lain (bukan motor-motor yang datang semula). "Setelah itu hilang. Ganti sepeda-sepeda motor," kata Yuki.

Ani Gunawan menuturkan bahwa ia sudah lama bertetangga dengan Dita Supriyanto.

"Sudah lama tetanggaan, itu sebelum dia punya anak kecil sendiri."

Menurutnya Dita sekeluarga merupakan orang yang baik. "Orangnya ramah, baik, cuma dari segi itu kita ga tahu." kata dia.

Ditanya Asal-usul, Dita Berbelit

Ani Gunawan menceritakan, bahwa Dita selalu berbelit jika ditanya tentang alamat asal.

"Kemarin itu ditanya alamat (sebelum tinggal di rumah tersebut), selalu dia 'ga punya ga punya', ditanya pindahan dari mana, selalu berbelit gitu lho."

Karena itu, tidak ada satu pun yang tahu asal Dita Supriyanto dan keluarga.

Sejak sebulan terakhir, Dita Supriyanto juga dikabarkan tidak mengikuti agenda rutin bulanan warga.

"Dia jarang keluar. Di sini ada kegiatan bulanan arisan, akhir-akhir ini sudah ga ikut. Akhir-akhir ini dia selalu menyendiri." tutur Ani.

Selain itu Yuki Gunawan mengungkap sering mendengar suara berisik.

"Sebenarnya kalau mau ngomong berisik sih, dia sering berisik di belakang." ungkapnya.

Yuki dan keluarganya mendengar ada orang menumbuk.

"Jadi di belakang itu sering ada orang numbuk. Dug, dug, dug gitu. Terus sama anak-anak dindingnya dipukul juga. Terus berhenti, pindahlah dia ke sebelah sana." terangnya.

Ani menambahkan suara tumbukan itu sudah terdengar lama hingga menyebabkan got tercemar.

"Sudah lama dan sering. Setahun dua tahun terakhir. got-nya pun tercemar."

Kesaksian Ani juga mengatakan bahwa mertua Dita sering berkunjung. "Mertuanya ke sini juga kelihatan kalau dari orang berada. Pakai mobil Alphard."

Yuki mengatakan satu yang hal membuat khawatir adalah pertemuan-pertemuan yang sering diadakan oleh Dita.

Karena Yuki tak bisa menebak rapat apa dibahas Dita dan rekan-rekan rapatnya. (*)



BERITA LAINNYA :