Nusantara

Bom di Gereja

Rencana Pemakaman 13 Teroris Surabaya Ditolak Warga

Editor : Damar Pamungkas |Sabtu , 19 Mei 2018 - 12:21:58 WIB | Dibaca : 1794 Kali |

TPU Putat Gedhe, Sawahan, Surabaya.

@IRNews | Surabaya - Jenazah 13 teroris Surabaya terkatung-katung. Belum ada keluarga yang mengambil, pun hendak dimakamkan polisi ternyata ditolak warga. Padahal, sekarang sudah tujuh harinya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, kepada wartawan mengatakan, belum satu pun keluarga terduga teroris yang datang untuk menjenguk juga menjemput jenazah.

Ke-13 jenazah tersebut pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), hingga ledakan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018).

Sementara itu, polisi membutuhkan keterangan dan petunjuk dari pihak keluarga untuk menyempurnakan proses identifikasi.

"Kami butuh data pembanding sekunder dari pihak keluarga," kata Barung

Sampai Jumat (18/5/2018) sore, ke-13 jenazah pelaku bom masih berada di RS Bhayangkara Mapolda Jatim.

Barung mengatakan, polisi berharap, ada keluarga yang segera datang.

Jika dalam waktu beberapa hari ke depan keluarga jenazah tetap tidak ada yang datang, lanjut Barung, maka polisi akan menguburkan jenazah-jenazah tersebut ke pemakaman umum.

Warga menolak

Namun, penolakan dilakukan oleh warga sekitar pemakaman umum. Terbukti, polisi bersiap memakamkannya, jika keluarga tak menjemput. 

Di Taman Pemakaman Umum Putat Gedhe Surabaya, Kamis (17/5/2018), misalnya, warga menghentikan penggalian sejumlah lubang pemakaman.

Warga menduga, makam yang digali itu akan digunakan untuk jenazah pelaku bom bunuh diri gereja di Surabaya, Minggu.

Kecurigaan warga ini muncul setelah melihat sejumlah polisi dan anggota Kodim beberapa kali datang ke lokasi. Polisi dan tentara mengecek lokasi galian.

"Kemarin sore kami tutup lagi makamnya. Warga tidak berkenan ada makam pelaku bom di sini," kata Hariono, warga Jalan Putat Jaya, Jumat.

Selain tidak ingin ditempati jenazah teroris, warga juga mengaku tidak terima karena warga sekitar kompleks makam juga menjadi salah satu korban meninggal akibat ledakan bom bunuh diri gereja.

TPU Putat Gedhe yang berlokasi di Kelurahan Putat Gedhe, Kecamatan Sawahan, Surabaya, memang kerap digunakan untuk memakamkan jenazah yang tidak beridentitas.

Puluhan korban kapal tenggelam yang ditumpangi imigran gelap asal Timur Tengah pernah dimakamkan di komplek makam tersebut pada 2012, misalnya.

Warga Camat Sawahan Yunus mengaku sudah mendengar kabar penolakan warga tersebut.

VIRAL: Sebut Ada Bom dalam Tasnya, Penumpang Lion Air di Bandara Juwata Tarakan Diamankan

"Maklum, warga emosi. Jika dipaksakan, saya khawatir warga akan bertindak nekad. Semua harus maklum dan bisa membaca situasi," kata Yunus. (*)



BERITA LAINNYA :