Nusantara

Penyerang Polsek Maro Sebo, Mendadak Ngebet Jadi Imam Shalat

Editor : Damar Pamungkas | Reporter : Al Abrar |Rabu , 23 Mei 2018 - 05:21:28 WIB | Dibaca : 1827 Kali |

AS, pelaku penyerangan Mapolsek Maro Sebo, Muarojambi,

@IRNews | Jambi - Penyerang Polsek Maro Sebo, Muarojambi, berperilaku aneh. Sebelum dia menyerang Polsekyang mengakibatkan dua polisi terluka, dilaporkan warga, dia ngebet ingin jadi imam shalat di masjid dekat rumahnya.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Muchlis mengatakan, masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, apakah aksinya tersebut terkait dengan terorisme atau bukan.

"Sampai sekarang kita anggap sebagai orang tak dikenal (OTK)," ungkap Kapolda Muchlis.

Pelaku berinisial AS menyerang Polsek Maro Sebo, Muarojambi, Selasa (22/5/2018). Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB.

AS datang ke Polsek mengendarai motor Honda beat Putih. Dia mengenakan pakaian biasa dengan aksesoris peci putih.

Lebih lanjut, pelaku lantas memakirkan motornya di depan Polsek Maro Sebo. Lalu apa yang dilakukan pelaku?

Pelaku menyerang satu kendaraan mobil dengan menggunakan parang serta memecahkan kaca kantor Polsek Maro Sebo.

Kemudian, pelaku melukai 2 orang anggota polisi atas nama Manalu dan Sangap di bagian kepala dan leher.

Saat melakukan aksi brutalnya, pelaku sempat meneriakkan kata 'Allahu Akbar'.

Setelah menyerang, dia berusaha kabur. Sedangkan warga sudah berkerumun menonton. Agar bisa lolos dari kepungan warga, pelaku mengancam warga yang berkerumun di pinggir jalan bahwa tasnya berisi bom.

Mendengar ada bom, warga langsung berhamburan pergi.

“Pelaku sudah kita tangkap. Pelaku kita tangkap di kediamannya,” ujar Muchlis. Pelaku warga Danau Lamo, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi.

Warga mengatakan, AS berperilaku aneh akhir-akhir ini. Antara lain, mendadak dia ingin jadi imam masjid ketika salat. Padahal, dia belum pernah jadi imam. Dan, warga sekitar menilai, dia belum dalam kapasitas sebagai imam.

"Dak seperti biaso dionyo, akhir akhir ini dio mendadak pengen jadi imam masjid ketika solat," kata Feri warga Desa Danau Lamo Kabupaten Muaro Jambi.

Penangkapan polisi ini pun dinilai wajar oleh tetangga.

"Wajarlah polisi cepat nangkapnyo, warga di sini sudah aneh soalnyo nengok prilaku dio akhir akhir ni," jelasnya.

Berdasarkan informasi sejumlah masyarakat, pelaku sempat kabur ke pemukiman warga pasca melakukan penyerangan di Polsek Maro Sebo.

Saat dirinya akan ditangkap warga, dia mengaku mambawa bom. Sehingga warga takut dan menjauh.

"Dio datang ke tempat acara orang meninggal tadi. Dio turun ngancam kami. Nak kami tangkap tapi dio bilang bawa bom," ungkap Feri, saksi mata. (*)



BERITA LAINNYA :