Metropolitan

Aplikasi Qlue di Zaman Ahok Diganti Beride Zaman Anies

Editor : Damar Pamungkas |Jumat , 25 Mei 2018 - 14:27:43 WIB | Dibaca : 1737 Kali |

Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno sedang rapat bahas Jakarta Beride.

@IRNews | Jakarta - Aplikasi Qlue dicetuskan Gubernur DKI Ahok. Kini, Gubernur DKI Anies Baswedan menggantinya jadi Jakarta Beride. Ganti pemimpin, ganti pula nama programnya. Sama-sama aplikasi juga.

Ketika Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memimpin aplikasi bernama Qlue diciptakan. Seluruh keluhan masyarakat, bebas dilaporkan lewat aplikasi untuk kemudian ditindaklanjuti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Berganti kepemimpinan, aplikasi Qlue ditinggalkan, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno menggantinya jadi Jakarta Beride.

Penjelasan Sandiaga begini: "Dulu pemerintah bilang silahkan buang sampah di mana-mana, nanti kami akan kirim pasukan orange. Sekarang kita ubah, bahwa masyarakat itu adalah co-creator, mereka harus tanggung jawab, jangan semuanya itu diserahkan kepada pemerintah, mereka itu harus jadi bagian dari perubahan, mereka harus jadi agen of change. Nah, Beride ini termasuk dalam bagian partisipatif kolaboratif," katanya dalam peluncuran aplikasi Beride di Kantor UPT Jakarta Smart City, Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (23/5/2018).

Pentingnya pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan dianalogikan pada kasus rekayasa lalulintas pada sejumlah persimpangan di Jalan Warung Buncit Raya, Mampang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Ide yang dituangkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu, katanya, sangat baik, tetapi karena kurang sosialisasi, penolakan justru dilontarkan masyarakat.

"Kita tadi dengar mengenai lalulintas, rekayasa, kita sudah tahu apa yang terjadi di Mampang, bagaimana temen-temen Dishub sudah punya ide tetapi karena sosialisasinya kurang akhirnya menimbulkan beberapa miss komunikasi," ungkapnya.

"Nah ini juga ada kesempatan bahwa Beride ini bukan hanya dari masyarakat, tapi juga dari kita. Misalnya soal relokasi, nanti UMKM dengan OK OCE bisa berkolaborasi, pak Wali ada beberapa penataan, kan jadi yang bisa nggak cuma masyarakat, tapi juga Pemprov juga bisa ikut nanti jadi sebuah platform untuk partisipatif kolaboratif," tambahnya.

Pemprov DKI Butuh Ide Out of the Box

Perangkat Jakarta Beride untuk menampung gagasan atau ide warga ibukota yang nantinya bisa dieksekusi oleh Pemprov DKI.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, Jakarta Beride merupakan sebuah platform untuk menampung ide masyarakat dalam pembangunan Jakarta.

"Jakarta Beride adalah platform yang akan menampung partisipasi masyarakat dalam memberi ide untuk menata Jakarta menjadi kota yang liveable (layak tinggal), kota yang lebih suistenable (maju),” kata Sandiaga di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (23/5).

“Kota yang lebih insya Allah maju dan berkembang untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan juga untuk meningkatkan kesejahteraan warganya,” imbuhnya.

Sandiaga berharap melalui Jakarta Beride warga menuangkan idenya yang baru untuk pembangunan Jakarta kedepan dan bukan hanya ide dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saja.

“Jadi ada beberapa ide-ide yang fresh (segar) yang out of the box (beda) yang mungkin kalau kita di dinas kan udah berkutat dengan isu yang sama terus-menerus, yang kadang enggak lihat ide baru. Jadi ini out of the box thinking yang dibantu oleh partisipasi masyarakat,” jelas Sandiaga. (*)



BERITA LAINNYA :