Internasional

Whaow... Spiderman Asal Afrika Ini Jadi Hero di Prancis

Editor : Damar Pamungkas |Senin , 28 Mei 2018 - 22:08:28 WIB | Dibaca : 3628 Kali |

Mamoudou Gassama merayap dari balkon ke balkon menyelamatkan nyawa balita. Tampak seorang pria di dekat bocah itu tak mampu menyelamatkan si bocah. Foto; AFP

@IRNews | Bagai spiderman, pemuda ini memanjat balkon. Tanpa pengaman, hanya tangan kosong dia bergelayutan menuju lantai 4 apartemen di Paris, Prancis. Puluhan orang di bawah memandang ngeri. Lantas, dengan sigap seorang balita yang nyaris jatuh, dia selamatkan.

Spontan, puluhan orang yang semula menahan napas, bertepuk tangan. Bersorak. Berteriak histeris. Mengelukan pemuda itu sebagai pahlawan. Benar-benar mirip adegan di film-film.

Sebab, semua orang tahu, bahkan di-videokan, bahwa seandainya pemuda itu terlambat beberapa detik saja. Pasti... bocah lelaki usia 4 tahun itu jatuh ke tanah. Dan, sangat mungkin bakal tewas.

Itu terjadi Sabtu (26/5/2018) siang waktu setempat. Videonya viral di Prancis.

Pemuda itu berkulit hitam. Bernama Mamoudou Gassama (22). Imigran gelap di Prancis, asal Republik Mali, Afrika Barat. Dan, pengangguran.

Tapi, semua orang tahu bahwa dia sudah menyelamatkan nyawa seorang anak manusia berkulit putih. Yang kemudian dia masukkan ke apartemennya lagi, melalui celah pagar balkon.

Tak ayal, Pemerintah Prancis langsung memberi Gassama piagam. Juga, memberikan status warga negara Prancis kepadanya.

Tak tanggung-tanggung, pemberi status kewarganegaraan kepada Gassama adalah... Presiden Prancis, Emmanuel Macron. 

Dikutip dari kantor berita Reuters, Presiden Macron menerima pemuda Gassama di Istana Presiden. Di situlah Presiden Macron mengajaknya dialog. Presiden memuji aksi imigran itu sebagai tindakan luar biasa.

"Ini tindakan luar biasa," tutur Macron kepada Gassama. "Kita jelas akan segera mengurus seluruh dokumen-dokumen Anda dan jika Anda menginginkannya, kita akan memulai proses naturalisasi agar Anda bisa menjadi warga negara Prancis," tegas Macron.

Dalam pertemuan dengan Macron yang ditayangkan langsung via akun Facebook kepresidenan Prancis itu, Gassama menerima medali keberanian. 

Juga ditawari untuk bergabung dengan Dinas Pemadam Kebakaran Prancis. Dan, Gassama langsung bersedia.

Apa kata Gassama saat berdialog dengan Presiden Macron?

"Saya tidak berpikir apa pun. Saya hanya naik ke atas," ujar Gassama kepada Macron menceritakan aksinya saat itu.

"Bravo," balas Macron.

Lantas, Gassama akan segera diuruskan menjadi warga negara Prancis.

"Saya merasa senang karena ini pertama kalinya saya menerima penghargaan seperti ini," imbuh Gassama yang sejak tiba di Prancis tinggal di hostel khusus imigran.

Dalam dialog dengan presiden, Gassama menuturkan bagaimana dirinya menyeberangi Laut Mediterania pada Maret 2014 untuk mencapai Italia, namun ditangkap polisi. Lalu dideportasi.

Kemudian dia mengakui bahwa dirinya baru tiba di Prancis beberapa bulan lalu dan berharap bisa tinggal di Prancis.

Presiden Macron menepuk-nepuk bahu Mamoudou. Tindakan pemuda itu benar-benar mengagumkan.

Wali Kota Prancis, Anne Hidalgo, juga melontarkan pujian kepada Gassama. Dia menyebut Gassama sebagai 'Spider-Man dari wilayah 18', mengacu pada wilayah distrik Paris tempat terjadinya penyelamatan itu. 

Anne Hidalgo mengatakan: "Selamat kepada Mamoudou Gassama atas keberaniannya sehingga nyawa seorang anak terselamatkan," kata Hidalgo dalam cuitannya via Twitter.

Otoritas lokal yang dikutip media Prancis mengatakan, orangtua bocah itu tidak ada di rumah pada saat kejadian. 

Ayah bocah itu ditangkap setelah ditanyai polisi karena diduga meninggalkan anaknya tanpa pengawasan. Sementara sang ibu diyakini sedang tidak ada di Paris pada saat itu. (*)



BERITA LAINNYA :