Metropolitan

Zaman Gubernur Ahok, Anggaran Tong Sampah Segini...

Editor : Damar Pamungkas |Selasa , 05 Juni 2018 - 15:35:44 WIB | Dibaca : 4212 Kali |

Ilustrasi

@IRNews | Jakarta - Tong sampah Jakarta buatan Jerman, wajar. Dulu, zaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggarkan sampai Rp 38 miliar, tapi tanpa sepengetahuan gubernur (disebut anggaran siluman). Lantas anggaran siluman dihabisi Ahok. Bagaimana kini?

Tak kurang 2.600 tong sampah impor dari Jerman memenuhi pinggiran jalan di Jakarta. Anggaran untuk pembelian tong sampah itu Rp 9,51 miliar.

Sudah sejak sekitar dua bulan terakhir ini ribuan tong sampah itu di Jakarta. Tapi warga tidak mempersoalkan. Tidak ada yang protes. Mendadak, warganet mengunggah foto-foto tong sampah buatan jerman itu. Lantas jadi heboh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga kini masih irit bicara terkait pengadaan tong sampah Jerman tersebut. Dia menyatakan akan membeberkan fakta sebenarnya setelah mendapatkan informasi yang lengkap.

Dia juga mempersilakan warga melakukan investigasi perihal pengadaan tong itu. Anies pun menjanjikan akan ada kejutan dari pemaparannya soal tong sampah Jerman.

"Ya nanti soal tong sampah saya ceritakan kalau sudah lengkap ya. Nanti siap-siap semua kejutan lagi," kata Anies di Polda Metro Jaya, Senin (4/6/2018).

Muncul Juga di Zaman Gubernur Ahok

Soal anggaran pengadaan tong sampah ini sempat muncul di masa Gubernur DKI dijabat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2015. Anggaran itu masuk dalam APBD DKI 2014 dengan nilai Rp 38.854.373.225.

Ahok mengaku tak mengetahui adanya anggaran pengadaan tong sampah itu. Dia pun menuding ada oknum yang berusaha memasukkan anggaran siluman ke dalam APBD DKI. Anggaran tong sampah itu dimasukkan melalui program pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD DKI Jakarta.

Selain tong sampah, Ahok juga menemukan banyak anggaran siluman yang berusaha diselipkan ke APBD DKI. Misalnya Uninterruptible Power Supply (UPS) senilai Rp 5,8 triliun, pengadaan Classroom Audio System (CRASS) untuk sejumlah SMA, SMK dan SMP yang jumlahnya mencapai Rp 55 miliar.

"Banyaklah, macam-macam pokoknya yang aneh-aneh. Ada digital laptop, proyektor, aneh-aneh saja. Semua banyak banget," ujar Ahok kepada para wartawan di Balai Kota, 19 Maret 2015.

Ketika itu Ahok menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan penyelundupan anggaran siluman itu ke Kepolisian dan KPK. Tiga tahun berselang dan Gubernur DKI Jakarta sudah berganti, proyek pengadaan tong sampah itu muncul lagi. Adakah indikasi korupsi? Ataukah normal? (*)



BERITA LAINNYA :