Nasional

Khotbah Salat Id, Eggi Sudjana Singgung Gaji BPIP Rp 112 Juta

Editor : Damar Pamungkas |Jumat , 15 Juni 2018 - 07:08:38 WIB | Dibaca : 2585 Kali |

Ilustrasi Salat Id.

@IRNews | Jakarta - Khotbah Eggi Sudjana di salat Idulfitri menyinggung Pancasila. Juga, menyoal gaji Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Sukarnoputri sekitar Rp112,548 juta. "Sungguh suatu ironi," kata Eggi yang Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212.

Khotbah itu disampaikan di salat Idulfitri di Lapangan STIE Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (15/6/2018).

Eggi mengatakan dalam khotbah bertema 'Hakikat Dalam Kepemimpinan Bukan Untuk Menyengsarakan Rakyat'. 

Menurutnya, dari berbagai kenyataan paradoks sosial, ekonomi, politik, hukum, dan moral yang ditemui dalam kehidupan berbangsa serta bernegara, Pancasila kini telah mengalami kemerosotan atau degradasi makna dalam tataran implementasi.

"Rezim saat ini seringkali menggaungkan Pancasila melalui simbol-simbol atau kata-kata yang dangkal dan hampa hanya karena ingin menggebuk lawan-lawan politik," kata Eggi dalam penyampaiannya.

"Atau mereka yang dianggap berseberangan dan kritis terhadap ketidakmampuan rezim dengan kebijakannya yang tidak populis dan amatiran dalam menjalankan roda pemerintah," lanjutnya.

Eggi pun lantas mempertanyakan pembentukan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila). Dia pun mengkritik gaji Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Sukarnoputri sekitar Rp112,548 juta dan anggota Dewan Pengarah sekitar Rp100 juta.

"Sungguh suatu ironi dan tidak bermoral di tengah rakyat banyak yang sedang kesulitan ekonomi dan terhimpit kehidupannya," katanya.

Ironis pula kata Eggi, jika keberadaan BPIP yang seharusnya bisa membumikan Pancasila secara bijak karena dikawal para tokoh nasional, malah justru kontraproduktif dan memicu aksi radikal bermuatan penuh kebencian serta kekerasan terhadap pihak yang berseberangan dengan penguasa.

Selain mengenai Pancasila, Eggi mengajak di hari raya Idulfitri untuk sama-sama merefleksikan diri pada kesalehan sosial untuk mewujudkan ibadah dan puasa yang telah dijalani selama bulan Ramadan.

"Marilah untuk merefleksikannya pada kesalehan sosial kita. Kita wujudkan kemabruran shaum dan ibadah kita selama bulan ramadan melalui sikap empati, ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesusahan," ujarnya. (*)



BERITA LAINNYA :